Melanjutkan Estafet Kepemimpinan: Kepala MTsN 1 OKU Timur Secara Resmi Lantik Pengurus OSIM Periode 2026-2027

 



Martapura (Kemenag Sumsel) ---

Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai halaman utama MTsN OKU Timur pada pagi hari ini, Selasa (27/10/2026). Kepala MTsN 1 OKU Timur secara resmi melantik jajaran pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) masa bakti 2026–2027. Pelantikan ini menandai babak baru estafet kepemimpinan siswa di lingkungan madrasah, sekaligus momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi dan tanggung jawab sejak dini.

Acara pelantikan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh warga madrasah, mulai dari jajaran wakil kepala madrasah, dewan guru, staf pegawai, hingga seluruh siswa-siswi MTsN 1 OKU Timur. Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala Madrasah tentang Susunan Pengurus OSIM MTsN 1 OKU Timur Periode 2026-2027, yang kemudian dilanjutkan dengan pengucapan sumpah dan janji jabatan yang dipimpin langsung ketua OSIM terpilih.

Dalam amanatnya, Kepala MTsN 1 OKU Timur Lilis Setiowati menyampaikan bahwa kepemimpinan bukanlah sekadar jabatan atau simbol kekuasaan, melainkan sebuah amanah besar untuk memimpin dengan teladan, melayani dengan hati, serta membawa perubahan positif bagi kemajuan madrasah.

"Estafet kepemimpinan harus terus berjalan. Kepengurusan OSIM yang baru ini diharapkan mampu menjadi pelopor kedisiplinan, kreativitas, dan inovasi di kalangan pelajar. Jadilah pemimpin yang amanah, yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga nyata dalam tindakan," ujarnya.

Prosesi pelantikan ditutup dengan penyerahan bendera pataka OSIM dari ketua periode sebelumnya kepada ketua OSIM yang baru terpilih, disaksikan langsung oleh Kepala Madrasah dan seluruh siswa.

Dengan dilantiknya pengurus OSIM periode 2026-2027 ini, diharapkan bahwa dinamika kegiatan kesiswaan di MTsN 1 OKU Timur akan semakin hidup dan produktif. Dukungan penuh dari para guru pembina serta partisipasi aktif seluruh siswa menjadi kunci utama agar roda organisasi dapat berjalan dengan optimal.

(Humas MTsN 1 OKU Timur)


Share:

Digitalisasi Tata Kelola, MTs Negeri 1 OKU Timur Hadir Lebih Dekat Melalui Sistem Pelayanan Daring

 

 

Martapura (Kemenag Sumsel) ---

MTs Negeri 1 OKU Timur terus bertransformasi menuju modernisasi tata kelola pendidikan. Sebagai wujud nyata komitmen pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel, madrasah kini mengintegrasikan seluruh layanan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) secara daring. Langkah ini memungkinkan para siswa, alumni, hingga masyarakat luas mengakses berbagai layanan madrasah cukup melalui WhatsApp Layanan dan situs resmi PPID MTsN 1 OKU Timur.

Terobosan ini mencakup ranah pelayanan yang luas, mulai dari penyediaan informasi umum madrasah, administrasi persuratan dan kearsipan, legalisasi dokumen keijazahan, kehilangan atau kerusakan ijazah melalui whatsapp layanan (082176888220), hingga pemenuhan keterbukaan informasi publik (PPID) yang dapat diakses secara umum melalui website resmi www.ppid.mtsnegeri1okut.sch.id.

Kepala MTsN 1 OKU Timur, Lilis Setiowati menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk penjabaran program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam mengakselerasi digitalisasi tata kelola madrasah.

 "Digitalisasi PTSP ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang transparan, efektif, dan efisien tanpa batas ruang dan waktu. Baik murid, alumni, maupun masyarakat tidak perlu lagi tertahan oleh kendala jarak atau waktu untuk mengurus administrasi atau mendapatkan informasi publik," ujar Lilis.

 Melalui sistem daring ini, pemohon dapat mengajukan berkas, memantau proses penyelesaian dokumen, hingga menerima informasi resmi tanpa harus datang langsung ke lokasi madrasah dahulu. Langkah progresif ini diharapkan mampu mewujudkan standar pelayanan publik yang prima dan berdampak langsung bagi kemajuan pendidikan di lingkungan MTsN 1 OKU Timur. (MAM)

 


Share:

Tegakkan Disiplin dan Transparansi, MTsN 1 OKU Timur Musnahkan Barang Sitaan Razia Siswa

 


Martapura (Kemenag Sumsel) ---

MTsN 1 OKU Timur menggelar kegiatan pemusnahan barang-barang hasil penertiban tata tertib madrasah pada Jum’at pagi, 2 Oktober 2026. Barang yang dimusnahkan mencakup berbagai macam kosmetik, alat make-up, mainan, serta aksesori non-standar yang dilarang dibawa ke lingkungan madrasah.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 1 OKU Timur bersama waka bidang Kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling (BK), serta disaksikan oleh seluruh murid MTsN 1 OKU Timur.

Prosesi pemusnahan dilakukan secara terbuka di halaman madrasah setelah pelaksanaan apel. Barang-barang sitaan yang terkumpul dari hasil razia berkala selama beberapa minggu sebelumnya tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar untuk memastikan seluruh barang tidak dapat dipergunakan kembali.

Kepala MTsN 1 OKU Timur, Lilis Setiowati menegaskan bahwa pemusnahan secara terbuka ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan transparansi madrasah kepada murid maupun orang tua.

"Langkah ini kami ambil secara transparan agar seluruh murid dan orang tua memahami bahwa aturan di MTsN 1 OKU Timur ditegakkan tanpa tebang pilih. Barang-barang yang disita tidak ada yang dimanfaatkan oleh pihak madrasah, melainkan dimusnahkan sesuai SOP yang berlaku," tegas Kepala Madrasah.

 


Tindakan tegas ini selaras dengan pilar tata kelola pendidikan yang akuntabel dan berintegritas. Penegakan disiplin yang transparan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem madrasah yang bersih, adil, dan berfokus pada kualitas pembelajaran.

Melalui penertiban ini, pihak madrasah ingin memastikan seluruh murid mendapatkan kesetaraan tanpa adanya distraksi penampilan berlebihan atau gaya hidup konsumtif di lingkungan madrasah.

 

Pihak madrasah juga mengimbau kepada seluruh orang tua dan wali murid untuk terus menjalin komunikasi aktif serta membantu memantau barang bawaan putra-putrinya sebelum berangkat ke madrasah.

Sinergi yang kuat antara lingkungan keluarga dan madrasah diharapkan mampu mencetak generasi peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan akhlak yang mulia. (MAM)

Share:

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, MTsN 1 OKU Timur Gelar Upacara dan Rajut Harmoni Keberagaman


 

Martapura (Kanwil Sumsel) ---

MTsN 1 OKU Timur melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman utama madrasah pada Kamis pagi. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik.

Upacara peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali posisi Pancasila sebagai pemersatu bangsa, sekaligus perekat persatuan di lingkungan madrasah.

Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam unggulan di wilayah OKU Timur, MTsN 1 OKU Timur memiliki peserta didik yang berasal dari berbagai latar belakang budaya, tradisi, dan latar belakang sosial. Kehadiran siswa-siswi yang membawa corak kebudayaan lokal maupun pendatang memperkaya interaksi sosial di madrasah.

Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila, keberagaman suku di kalangan siswa direfleksikan sebagai kekuatan utama untuk membangun kebersamaan. Sikap saling menghargai dan toleransi antarsiswa menjadi perwujudan nyata dari pengamalan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.

Kepala MTsN 1 OKU Timur, Hj. Lilis Setiowati menyampaikan bahwa murid berasal dari berbagai suku mulai dari suku Komering, suku Jawa, suku Ogan, suku Batak hingga Melayu.

"Perbedaan latar belakang suku dan tradisi di antara murid madrasah justru menjadi modal utama untuk mempraktikkan langsung toleransi dan kebhinekaan dalam ikatan persaudaraan Islam dan kebangsaan." Tegasnya.

Dengan dilaksanakannya upacara peringatan ini, diharapkan para peserta didik MTsN 1 OKU Timur tidak hanya kokoh secara akademis dan religius, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat serta siap menjaga kerukunan dan harmoni di tengah kebhinekaan bangsa. (MAM)

Share:

Kenalkan Konsep Ekoteologi, Guru Ajak Murid MTsN 1 OKU Timur Melukis di Taman


 

Martapura (Kemenag Sumsel) ---

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di madrasah tidak hanya menjadi wadah mengasah kreativitas estetika murid, tetapi juga media penanaman nilai-nilai spiritual dan kepedulian lingkungan. Melalui kegiatan melukis bertema kekayaan alam, para murid diajak mengagumi keindahan ciptaan Tuhan sekaligus belajar menjaga kelestarian bumi.

Dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung diluar ruangan ini, puluhan murid tampak antusias memegang kuas dan warna-warni cat air. Dengan penuh ketelitian, mereka menggoreskan warna di atas kanvas, melukiskan aneka ragam tanaman hias, dedaunan hijau, dan bunga.

Guru pengampu mata pelajaran SBdP, Desi Wahyuni menyampaikan bahwa tema flora dipilih untuk mengenalkan konsep Ekoteologi, sebuah pandangan keagamaan yang mengajarkan bahwa menjaga alam dan lingkungan merupakan bagian dari bentuk keimanan dan ibadah kepada Allah SWT.

"Melalui lukisan bunga dan tanaman ini, saya ingin menanamkan pesan bahwa menjaga kelestarian alam adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah. Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Pencipta dan sesama manusia, tetapi juga hubungan harmonis antara manusia dengan alam sekitar," ujar Desi Wahyuni.

Kegiatan bernuansa edukatif dan spiritual ini sejalan dengan komitmen Kemenag Berdampak, di mana pendidikan madrasah hadir memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peningkatan prestasi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan peduli pada keberlanjutan lingkungan (green education).

Melalui goresan warna dan imajinasi positif para murid, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kepekaan seni, tetapi juga menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan dan pendorong kelestarian alam di tengah masyarakat. (MAM)

Share:

Perkokoh Karakter Murid, MTsN 1 OKU Timur Rutinkan Imtaq Pagi Wujudkan Semangat Kemenag Berdampak

 

Martapura (Kemenag Sumsel) ---

Memulai hari dengan nilai-nilai religius, MTs Negeri 1 OKU Timur konsisten melaksanakan kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq) Pagi bagi seluruh murid-siswi sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah ini diikuti dengan khidmat oleh para murid, guru, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan Imtaq pagi diisi dengan serangkaian pembiasaan positif, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, muasabah, doa bersama, hingga pengarahan keagamaan. Pembiasaan ini dirancang untuk membangun suasana belajar yang kondusif sekaligus menanamkan fondasi akhlakul karimah sejak awal hari.

Kepala MTsN 1 OKU Timur Lilis Setiowati menyampaikan bahwa rutinitas ini bukan sekadar agenda seremoni, melainkan langkah madrasah dalam membentuk karakter peserta didik yang unggul secara akademis dan kokoh secara spiritual.

"Melalui Imtaq pagi, kita ingin memastikan bahwa ilmu yang didapat para murid berkah dan berlandaskan iman yang kuat. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mengimplementasikan program Kemenag Berdampak, di mana keberadaan madrasah benar-benar memberikan dampak positif yang nyata bagi pembentukan karakter murid" ujarnya.

Semangat Kemenag Berdampak yang diusung Kementerian Agama berfokus pada terciptanya layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas, relevan, serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pembiasaan Imtaq pagi di MTsN 1 OKU Timur menjadi salah satu bukti nyata komitmen madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan para murid MTsN 1 OKU Timur dapat menjalani proses pembelajaran dengan penuh ketenangan, fokus, serta memiliki benteng moral yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. (MAM)


Share:

Komitmen Smart Madrasah, MTsN 1 OKU Timur Terapkan Absensi Digital Berbasis Tap Card


 

Martapura (Kemenag Sumsel) —

Guna meningkatkan kedisiplinan serta mewujudkan tata kelola madrasah modern, MTsN 1 OKU Timur menerapkan sistem absensi digital berbasis tap card (kartu RFID) bagi seluruh siswa. Langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata madrasah dalam mendukung 8 Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama, khususnya pada pilar Digitalisasi Tata Kelola dan Pembelajaran.

Melalui sistem baru ini, proses presensi yang sebelumnya dilakukan secara manual di kelas kini menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan. Setiap siswa cukup menempelkan kartu identitas digital mereka pada detektor/mesin card reader yang ditempatkan di pintu masuk madrasah saat kedatangan dan kepulangan.

 

Kepala MTsN 1 OKU Timur Lilis Setiowati menyampaikan bahwa efisiensi waktu dan transparansi menjadi alasan utama diterapkannya inovasi digital ini di lingkungan madrasah.

"Penerapan absensi digital tap kartu ini merupakan salah satu langkah kami dalam mentransformasi MTsN 1 OKU Timur menuju Smart Madrasah." ujar Lilis Setiowati.

Tak hanya mencatat waktu kehadiran secara presisi, sistem presensi berbasis digital ini juga terintegrasi langsung dengan smartphone orang tua dirumah. Hal ini memberikan rasa aman dan tenang bagi para orang tua, karena data kehadiran siswa dapat terpantau dengan baik dan real-time.

Dampak positif dari inovasi ini turut dirasakan langsung oleh orang tua siswa. Salah satu perwakilan wali murid menyambut hangat dan mengapresiasi inovasi berbasis teknologi yang dihadirkan oleh pihak madrasah.

"Kami sangat terbantu dengan dengan adanya absensi digital ini. Sebagai orang tua, kami merasa lebih tenang karena kehadiran anak di madrasah terpantau dengan pasti" ungkapnya.

Dengan berjalannya program absensi digital tap card ini, MTsN 1 OKU Timur berharap dapat terus menghadirkan berbagai inovasi teknologi dan pelayanan publik terpadu lainnya demi mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, maju, dan berdaya saing di Kabupaten OKU Timur. (MAM)

Share:

Transformasi Digital, MTsN 1 OKU Timur Gelar Pemilihan OSIM 2026–2027 Berbasis E-Voting

 


Martapura (Kemenag Sumsel) ---

Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan program Kemenag Berdampak melalui transformasi digital, MTsN 1 OKU Timur sukses menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Periode 2026–2027 secara online (e-voting). (21/9)

Inovasi pemungutan suara digital ini menjadi langkah madrasah dalam menghadirkan tata kelola organisasi siswa yang efisien, transparan, dan ramah lingkungan (paperless). Guna menunjang kelancaran proses pemungutan suara, panitia telah menyiagakan 10 unit perangkat PC di lokasi pemilihan. Seluruh warga madrasah, baik guru, staf tata usaha dan siswa menggunakan token khusus yang telah disiapkan oleh panitia untuk dapat login dan menggunakan hak pilihnya.

Sistem token berbasis digital ini menjamin setiap pemilih hanya dapat memberikan satu suara secara jujur dan adil, sekaligus menjaga kerahasiaan pilihan masing-masing.

Kepala MTsN 1 OKU Timur, Hj. Lilis Setiowati menegaskan bahwa penerapan e-voting ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk terus memberikan dampak positif dan nyata dalam dunia pendidikan serta mengenalkan kepada siswa tentang pemanfaatan teknologi digital.

"Melalui e-voting ini, kita tidak hanya mengajarkan siswa tentang nilai-nilai demokrasi, tetapi juga mengenalkan pemanfaatan teknologi secara bijak dan bermanfaat” ujarnya.

Proses rekapitulasi suara pun dapat berlangsung lebih cepat dan akurat jika dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil pemungutan suara secara real-time dapat langsung diketahui segera setelah seluruh proses pemilihan selesai.

Dengan terlaksananya e-voting OSIM ini, MTsN 1 OKU Timur berharap kepengurusan OSIM periode 2026–2027 yang terpilih nantinya mampu membawa semangat baru dan terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan madrasah serta masyarakat sekitar. (MAM)


Share:

Implementasikan Ekoteologi, Siswa MTsN 1 OKU Timur Antusias Kelola Sampah di BAMASTI


 

Martapura (Kemenag Sumsel) —

Menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar tugas fisik, melainkan bagian dari manifestasi nilai-nilai keagamaan. Hal tersebut dibuktikan oleh para siswa MTs Negeri 1 OKU Timur yang secara rutin dan antusias menyetorkan sampah plastik hasil pilahan mereka ke Bank Sampah MTsN 1 OKU Timur (BAMASTI).

Gerakan ini menjadi langkah madrasah dalam menginternalisasikan prinsip ekoteologi dan ajaran agama yang menekankan tanggung jawab manusia dalam menjaga alam, sekaligus mendukung visi Kemenag Berdampak yang dicanangkan Kementerian Agama.

Melalui keberadaan BAMASTI, para siswa diajarkan untuk memandang sampah bukan lagi sebagai limbah tak berguna, melainkan sebagai amanah pengolahan lingkungan yang memiliki nilai guna serta dampak sosial-ekonomi. Setiap sampah anorganik yang disetorkan dikelompokkan sesuai jenisnya untuk kemudian didaur ulang atau disalurkan ke pengelola sampah terpadu.

Amri Nizar, selaku waka bidang sarana dan prasarana menegaskan bahwa pembiasaan ini bertujuan membentuk karakter peserta didik yang berwawasan ekologis dan berakhlak mulia terhadap alam.

" Kehadiran BAMASTI ini adalah salah satu fasilitas dan program yang dicanangkan oleh madrasah dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi secara nyata" ujarnya.

Dengan konsistensi aksi pemilahan sampah ini, MTsN 1 OKU Timur berharap BAMASTI terus menjadi wadah inspiratif yang mampu menularkan budaya hidup bersih dan hijau kepada warga madrasah dan masyarakat luas di Kabupaten OKU Timur. (MAM)


Share:

Jaga Asri Madrasah, MTsN 1 OKU Timur Integrasikan Nilai Ekoteologi dalam Kegiatan Kesiswaan

 


Martapura (Kemenag Sumsel) —

MTsN 1 OKU Timur terus berkomitmen menggalakkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan di lingkungan madrasah. Sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian lingkungan berbasis ajaran agama (ekoteologi), seluruh siswa bersama dewan guru dan staf melaksanakan aksi kebersihan memungut sampah di area madrasah pada jumat pagi. (18/9)

Kegiatan aksi bersih lingkungan ini dilaksanakan secara bergotong royong usai seluruh civitas akademika menyelesaikan rutinitas senam sehat bersama di lapangan utama MTsN 1 OKU Timur.

Aksi yang diintegrasikan dalam agenda rutin kesiswaan ini bertujuan untuk melatih kepekaan dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Bersama guru, para siswa secara menyebar menyisir setiap sudut lapangan, taman, ruang kelas, hingga area halaman depan untuk memilah serta mengumpulkan sampah organik dan anorganik.

Hj. Lilis Setiowati selaku kepala madrasah menjelaskan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam bukan sekadar kewajiban fasilitas madrasah, melainkan bagian dari Langkah nyata dari penerapan nilai keimanan dan ibadah.

"Melalui pendekatan ekoteologi, kita ingin menanamkan pemahaman kepada warga madrasah bahwa menjaga kebersihan bumi dan lingkungan tempat kita menuntut ilmu adalah bagian nyata dari pengamalan nilai-nilai ajaran Islam. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan memelihara alam adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT" ujarnya.

 

Program Jumat Pagi Bersih ini tidak hanya berdampak pada terciptanya suasana belajar yang asri, bersih, dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa agar terbiasa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan baik di madrasah maupun di rumah.

Kegiatan senam sehat yang dilanjutkan dengan pembersihan lingkungan ini ditutup dengan pembuangan sampah terpilah ke bank sampah dan tempat penampungan sementara madrasah, sehingga tercipta madrasah yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. (MAM)


Share:

Debat Terbuka Paslon Ketua dan Wakil Ketua OSIM 2026-2027, Pesta Demokrasi MTsN 1 OKU Timur dimulai


Martapura (Kemenag Sumsel) ---

Hari ini, MTsN 1 OKU Timur menggelar kegiatan Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Murid Intra Madrasah (OSIM) periode 2026–2027 di halaman utama madrasah. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi salah satu agenda krusial dalam rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu) OSIM tahun ini.

Debat terbuka ini diikuti oleh tiga pasangan calon (paslon) terbaik yang telah lolos tahapan seleksi administrasi dan wawancara. Masing-masing pasangan memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan yang akan mereka usung untuk memajukan kegiatan kemuridan di MTsN 1 OKU Timur selama satu periode ke depan.

Dalam debat terbuka ini, ketiga pasangan calon juga menghadapi beberapa pertanyaan dari kepala madrasah dan panelis debat yaitu

  1. Bapak Amri Nizar, S.Pd. (Waka Bidang Sarpras MTsN 1 OKU Timur)
  2. Ibu Susiyah, S.Pd.I (Waka Bidang Humas MTsN 1 OKU Timur)
  3. Ibu Marleni, S.Pd. (Pembina Imtaq MTsN 1 OKU Timur)
  4. Ibu Evi Apriani, S.Pd. (Perwakilan Guru MTsN 1 OKU Timur)

Kepala MTsN 1 OKU Timur, Hj. Lilis Setiowati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan debat ini bukan sekadar ajang adu argumen, melainkan wadah pendidikan politik dan demokrasi sejak dini bagi para murid.

“Mari jadikan debat politik ini sebagai panggung demokrasi Dimana kita memberikan kesempatan kepada setiap pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIM untuk periode 2026-2027 untuk memantapkan visi misinya, serta program-programnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan oleh para panelis terpilih” Ujarnya saat membuka acara secara resmi.

Suasana debat terasa hangat dan interaktif ketika Memasuki sesi tanya jawab. Para panelis dari unsur guru serta perwakilan pengurus OSIM demisioner memberikan pertanyaan strategis seputar kepemimpinan, penyelesaian masalah kemuridan, hingga inovasi program di bidang keagamaan, akademik, digital dan seni-olahraga.

Seluruh murid, guru, dan staf tata usaha tampak antusias menyimak setiap argumen yang disampaikan para paslon. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan matang bagi seluruh warga madrasah sebelum menentukan hak pilihnya pada tahap pemungutan suara mendatang.

Rangkaian Pemilu OSIM MTsN 1 OKU Timur periode 2026–2027 ini akan dilanjutkan dengan tahap pemilihan langsung yang dilaksanakan secara daring. Setiap warga madrasah nantinya akan dibagikan sebuah kode token yang akan digunakan sebagai alat login pada aplikasi. Pemilihan akan dijadwalkan berlangsung pekan depan, tepatnya tanggal 21 September 2026. Siapa pun pasangan yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik dan merealisasikan janji-janji kampanye yang telah disampaikan. (MAM)


Share:

Pemenuhan Gizi, Seluruh Murid MTsN 1 OKU Timur Gelar Makan Bersama MBG di Lapangan Utama Madrasah

 

OKU Timur (Kemenag Sumsel) ---

Lapangan utama MTs Negeri 1 OKU Timur hari ini menjadi saksi kebersamaan dan keceriaan para murid di jumat pagi ini. Seluruh murid dari kelas VII, VIII, hingga kelas IX berkumpul bersama untuk melaksanakan kegiatan Makan Bersama Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkrit madrasah dalam mendukung tumbuh kembang murid melalui pemenuhan gizi yang seimbang.

Kegiatan dimulai dengan senam bersama, dilanjutkan dengan berkumpulnya para murid didampingi oleh wali kelas masing-masing di lapangan utama madrasah. Duduk berbaris rapi tempat yang telah disiapkan, suasana penuh kekeluargaan sangat terasa saat ratusan paket makanan sehat didistribusikan kepada seluruh murid.

Foto : Humas MTsN 1 OKU Timur

Bangun Generasi Sehat dan Fokus Belajar

Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat dari Kepala Madrasah, Hj. Lilis Setiowati mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi remaja usia sekolah. Pola makan yang sehat dan bergizi tinggi dinilai menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya tahan tubuh serta konsentrasi belajar murid selama mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasah.

"Pola makan sehat dan bergizi tinggi sangat penting nak bagi kita khususnya usia remaja seperti kalian. Jika gizi terpenuhi dengan baik, maka daya tahan tubuh kalian akan meningkat sehingga konsentrasi belajar selama KBM di madrasah pun akan jauh lebih optimal." Tegasnya.

Sebelum makan bersama (Mabar) dimulai, seluruh murid secara serentak diajak untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mencuci tangan menggunakan sabun di fasilitas yang telah disediakan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid.

 

Mempererat Silaturahmi dan Kedisiplinan

Tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik dan nutrisi, momen makan bersama ini juga menjadi wadah edukasi karakter bagi para murid. Melalui kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka ini, murid diajarkan nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, serta kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Usai menyantap MBG, seluruh murid secara mandiri memilah dan mengumpulkan sisa kemasan makanan ke tempat sampah yang telah tersedia di madrasah. Hal ini sejalan dengan komitmen MTsN 1 OKU Timur dalam menerapkan konsep ekoteologi, yaitu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan madrasah sebagai salah satu car akita beribadah kepada Allah SWT.

(Humas MTsN 1 OKU Timur)


Share:

Jelang Ujian, Siswa Kelas 9 MTsN 1 OKU Timur Bekali Diri dengan Strategi TKA Bahasa Indonesia

 



OKU Timur (Kemenag Sumsel) ---

Dalam rangka mempersiapkan mental dan kemampuan akademis menghadapi ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 yang rencananya akan dilaksanakan pada awal April tahun ini, siswa kelas 9 MTsN 1 OKU Timur mengikuti sesi pendalaman materi khusus Bahasa Indonesia. Fokus utama kegiatan ini adalah membedah tips dan trik jitu dalam menjawab soal Tes Kemampuan Akademik (TKA).

 

Sesi yang berlangsung interaktif ini dipandu langsung oleh Seylla Arifeni, M.Pd, selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Beliau menekankan bahwa penguasaan tata bahasa saja tidak cukup, siswa memerlukan ketajaman logika dalam menganalisis teks.

 


Dalam pemaparannya, Ibu Seylla Arifeni membagikan beberapa poin krusial yang sering menjadi "jebakan" dalam soal TKA, di antaranya:

  • Teknik Membaca Cepat (Skimming & Scanning): Mengingat teks dalam soal Bahasa Indonesia seringkali panjang, siswa diajarkan untuk menemukan ide pokok tanpa harus membaca kata demi kata.
  • Analisis Logika Kalimat: Memahami hubungan antarparagraf dan konjungsi yang sering muncul dalam soal penalaran.
  • Eliminasi Jawaban: Cara mengidentifikasi opsi jawaban yang pengecoh (distraktor) agar siswa lebih percaya diri memilih jawaban paling tepat.
  • Hajar Soal Termudah Dulu : Jangan terjebak pada satu soal sulit. TKA biasanya memiliki bobot nilai yang sama per-soal.
  • Manfaatkan "Poin Aman" : Dalam sistem TKA, biasanya tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah. Jadi, pastikan semua kolom jawaban terisi meskipun kamu hanya ragu.

 

Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Banyak dari mereka yang aktif bertanya mengenai cara membedakan simpulan dan ringkasan, dua hal yang seringkali dianggap serupa namun memiliki esensi yang berbeda dalam ujian.

 

"Tujuan kami bukan hanya agar siswa hafal materi, tapi agar mereka memiliki 'insting' yang kuat saat berhadapan dengan soal-soal yang sulit" ujar Seylla Arifeni

Melalui bimbingan intensif ini, pihak sekolah berharap tingkat kelulusan dan skor prestasi siswa MTsN 1 OKU Timur dalam bidang literasi dan numerasi meningkat signifikan tahun ini.

(Humas MTsN 1 OKU Timur)

Share:

Standby : PTSP MTsN 1 OKU Timur Konsisten Berikan Pelayanan Prima

 


OKU Timur (Kemenag Sumsel) ---

Meskipun kalender pendidikan menunjukkan hari libur bagi para siswa, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pengabdian tenaga kependidikan di MTs Negeri 1 OKU Timur. Melalui layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), tim kependidikan tetap bersiaga (standby) untuk melayani berbagai kebutuhan administrasi guru, siswa, alumni, masyarakat dan wali murid.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Madrasah dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan tidak terhambat oleh jeda akademik.

Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 1 OKU Timur, Zulfikri menyatakan bahwa kehadiran staf di saat hari libur bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan mendesak, seperti legalisir ijazah dan dokumen kependidikan, konsultasi mutasi siswa, nformasi pendaftaran dan administrasi lainnya.

"Kami memahami bahwa kebutuhan wali murid tidak selalu sinkron dengan hari libur sekolah. Oleh karena itu, tenaga kependidikan kami tetap hadir untuk memastikan setiap urusan administrasi tetap bisa diproses dengan lancar," tegas Zulfikri.



Dedikasi ini sejalan dengan slogan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia. Dengan tetap dibukanya layanan PTSP, MTsN 1 OKU Timur ingin menunjukkan bahwa birokrasi di lingkungan madrasah kini jauh lebih adaptif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Wali murid yang datang pun memberikan apresiasi positif. Menurut mereka, keberadaan staf yang standby sangat membantu bagi orang tua yang bekerja dan hanya memiliki waktu luang di hari libur untuk mengurus keperluan sekolah anak mereka.

Bagi masyarakat yang memerlukan layanan administrasi, silakan menghubungi nomor Whatsapp layanan kami di 082176888220 atau langsung menuju gedung PTSP MTsN 1 OKU Timur. Petugas kami akan melayani dengan ramah dan profesional sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

(Humas MTsN1 OKU Timur)

Share:

Terapkan Konsep Ekoteologi : Siswa Gelar Aksi Gerebek Kebersihan

 


OKU Timur (Kemenag Sumsel) ----

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, suasana di MTs Negeri 1 OKU Timur tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa bersama guru dan staf tidak berkutat dengan buku pelajaran, melainkan bahu-membahu dalam aksi "Gerebek Kebersihan" di seluruh area madrasah, mulai dari ruang kelas hingga taman sekolah, Jum’at 13 Februari 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar tradisi bersih-bersih biasa. Tahun ini, sekolah mengusung konsep Ekoteologi, sebuah gerakan yang mengaitkan kesadaran lingkungan dengan nilai-nilai keimanan.

Kepala Madrasah, Lilis Setiowati menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyiapkan diri secara lahir dan batin.

"Dalam pandangan ekoteologi, menjaga alam dan lingkungan adalah bagian dari mandat ibadah. Menjelang Ramadhan, kita tidak hanya membersihkan hati, tetapi juga lingkungan tempat kita belajar. Kita ingin siswa memahami bahwa memungut sampah adalah bentuk tasbih yang nyata kepada Sang Pencipta," ujarnya.

Seluruh warga madrasah terlibat langsung bahu membahu membersihkan lingkungan madrasah. Mulai dari membersihkan debu, mengatur ulang bangku, dan memastikan sirkulasi udara optimal agar ibadah puasa di dalam kelas tetap nyaman. Selain itu juga di sediakan campuran tanah gembur untuk menambah serta mengganti tanah tanaman hias di koridor sekolah untuk menciptakan suasana yang sejuk dan asri.

 


Wakil kepala bidang sarana dan prasarana, Susiyah berharap kegiatan ini mampu memberikan perspektif baru bagi siswa siswi MTs Negeri 1 OKU Timur. "Yaa mungkin dulu mereka bersih-bersih hanya supaya tidak dimarahi guru. Sekarang, kami ingin menanamkan kesadaran bagi siswa bahwa menjaga madrasah tetap bersih adalah cara kita menghormati bulan Ramadan dan menjaga ciptaan Tuhan." Ujarnya.

 

Dengan lingkungan yang bersih dan suci, diharapkan para siswa dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk sekaligus memulai gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan.

(Humas MTsN 1 OKU Timur)

Share:

Memupuk Karakter Religius, MTs Negeri 1 OKU Timur Rutin Gelar Kegiatan Imtaq Setiap Jumat

 

OKU Timur (Kemenag Sumsel) ---

Mengawali aktivitas di hari Jumat yang penuh berkah, MTs Negeri 1 OKU Timur konsisten melaksanakan kegiatan Pembinaan Iman dan Taqwa (Imtaq). Kegiatan ini diselenggarakan di halaman madrasah sebelum jam pelajaran dimulai dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf pegawai.




 

Kegiatan yang telah menjadi tradisi rutin ini bertujuan untuk Menanamkan Nilai Spiritual Sejak Dini serta memperkuat karakter religius siswa di tengah tantangan zaman. Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan agenda utama:

1.       Lantunan Asmaul Husna dan doa bersama.

2.       Pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.

3.       Tausiyah Singkat yang disampaikan secara bergantian oleh siswa

4.       Do’a

5.       Pembinaan oleh kepala madrasah

 

Kepala madrasah Lilis Setiowati menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas. "Kami ingin memastikan bahwa sebelum siswa menerima ilmu pengetahuan umum, batin mereka sudah 'diisi' terlebih dahulu dengan nilai-nilai spiritual. Ini adalah pondasi agar mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tapi juga berakhlakul karimah," ujarnya.

 

Meskipun dilaksanakan ditengah cuaca mendung pagi ini, para siswa tampak antusias dan khidmat mengikuti setiap rangkaian acara. Dengan beralaskan terpal dan karpet, barisan jamaah yang rapi menciptakan suasana madrasah yang tenang dan religius.

 


Selain sebagai sarana ibadah, momen ini juga digunakan sebagai sarana untuk memberikan motivasi dan evaluasi mingguan terkait kedisiplinan serta kebersihan lingkungan madrasah.

 

Dampak dari rutinnya kegiatan Imtaq ini sangat dirasakan dalam suasana belajar-mengajar. Siswa cenderung lebih fokus dan tenang saat memulai pelajaran di kelas. Selain itu, kegiatan ini terbukti efektif dalam mempererat silaturahmi antar warga madrasah.

(Humas MTsN 1 OKU Timur)

Share:
5 HAL
Bantu hentikan virus corona
1
TANGANCuci lebih sering
2
SIKUUntuk menutup mulut saat batuk
3
WAJAHJangan disentuh
4
JARAKJaga jarak aman
5
RUMAHUsahakan di rumah saja.

Pengumuman Penting

Postingan Populer

Artikel Terbaru