Martapura (Kemenag Sumsel)
—
Guna meningkatkan kedisiplinan
serta mewujudkan tata kelola madrasah modern, MTsN 1 OKU Timur menerapkan
sistem absensi digital berbasis tap card (kartu RFID) bagi seluruh siswa.
Langkah ini menjadi bentuk
komitmen nyata madrasah dalam mendukung 8 Program Prioritas (Asta Protas)
Kementerian Agama, khususnya pada pilar Digitalisasi Tata Kelola dan
Pembelajaran.
Melalui sistem baru ini, proses presensi yang
sebelumnya dilakukan secara manual di kelas kini menjadi lebih cepat, akurat,
dan transparan. Setiap siswa cukup menempelkan kartu identitas digital mereka
pada detektor/mesin card reader yang ditempatkan di pintu masuk madrasah
saat kedatangan dan kepulangan.
Kepala MTsN 1 OKU Timur Lilis Setiowati menyampaikan
bahwa efisiensi waktu dan transparansi menjadi alasan utama diterapkannya
inovasi digital ini di lingkungan madrasah.
"Penerapan absensi digital tap kartu ini
merupakan salah satu langkah kami dalam mentransformasi MTsN 1 OKU Timur menuju
Smart Madrasah." ujar Lilis Setiowati.
Tak hanya mencatat waktu kehadiran secara
presisi, sistem presensi berbasis digital ini juga terintegrasi langsung dengan
smartphone orang tua dirumah. Hal ini memberikan rasa aman dan tenang bagi para
orang tua, karena data kehadiran siswa dapat terpantau dengan baik dan
real-time.
Dampak positif dari inovasi ini turut dirasakan
langsung oleh orang tua siswa. Salah satu perwakilan wali murid menyambut
hangat dan mengapresiasi inovasi berbasis teknologi yang dihadirkan oleh pihak
madrasah.
"Kami sangat terbantu dengan dengan adanya
absensi digital ini. Sebagai orang tua, kami merasa lebih tenang karena
kehadiran anak di madrasah terpantau dengan pasti" ungkapnya.
Dengan berjalannya program absensi digital tap
card ini, MTsN 1 OKU Timur berharap dapat terus menghadirkan berbagai
inovasi teknologi dan pelayanan publik terpadu lainnya demi mewujudkan
pendidikan madrasah yang unggul, maju, dan berdaya saing di Kabupaten OKU
Timur. (MAM)






