Martapura
(Kemenag Sumsel) ---
Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di
madrasah tidak hanya menjadi wadah mengasah kreativitas estetika murid, tetapi
juga media penanaman nilai-nilai spiritual dan kepedulian lingkungan. Melalui
kegiatan melukis bertema kekayaan alam, para murid diajak mengagumi keindahan
ciptaan Tuhan sekaligus belajar menjaga kelestarian bumi.
Dalam kegiatan pembelajaran yang
berlangsung diluar ruangan ini, puluhan murid tampak antusias memegang kuas dan
warna-warni cat air. Dengan penuh ketelitian, mereka menggoreskan warna di atas
kanvas, melukiskan aneka ragam tanaman hias, dedaunan hijau, dan bunga.
Guru pengampu mata pelajaran SBdP,
Desi Wahyuni menyampaikan bahwa tema flora dipilih untuk mengenalkan konsep Ekoteologi,
sebuah pandangan keagamaan yang mengajarkan bahwa menjaga alam dan lingkungan
merupakan bagian dari bentuk keimanan dan ibadah kepada Allah SWT.
"Melalui lukisan bunga dan
tanaman ini, saya ingin menanamkan pesan bahwa menjaga kelestarian alam adalah
wujud rasa syukur kita kepada Allah. Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Pencipta dan sesama
manusia, tetapi juga hubungan harmonis antara manusia dengan alam
sekitar," ujar Desi Wahyuni.
Kegiatan bernuansa edukatif dan spiritual ini
sejalan dengan komitmen Kemenag Berdampak, di mana pendidikan madrasah hadir
memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peningkatan prestasi akademik,
tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan
peduli pada keberlanjutan lingkungan (green education).
Melalui goresan warna dan imajinasi positif
para murid, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kepekaan
seni, tetapi juga menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan dan pendorong
kelestarian alam di tengah masyarakat. (MAM)






