Perkokoh Karakter Murid, MTsN 1 OKU Timur Rutinkan Imtaq Pagi Wujudkan Semangat Kemenag Berdampak

 

Martapura (Kemenag Sumsel) ---

Memulai hari dengan nilai-nilai religius, MTs Negeri 1 OKU Timur konsisten melaksanakan kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq) Pagi bagi seluruh murid-siswi sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah ini diikuti dengan khidmat oleh para murid, guru, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan Imtaq pagi diisi dengan serangkaian pembiasaan positif, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, muasabah, doa bersama, hingga pengarahan keagamaan. Pembiasaan ini dirancang untuk membangun suasana belajar yang kondusif sekaligus menanamkan fondasi akhlakul karimah sejak awal hari.

Kepala MTsN 1 OKU Timur Lilis Setiowati menyampaikan bahwa rutinitas ini bukan sekadar agenda seremoni, melainkan langkah madrasah dalam membentuk karakter peserta didik yang unggul secara akademis dan kokoh secara spiritual.

"Melalui Imtaq pagi, kita ingin memastikan bahwa ilmu yang didapat para murid berkah dan berlandaskan iman yang kuat. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mengimplementasikan program Kemenag Berdampak, di mana keberadaan madrasah benar-benar memberikan dampak positif yang nyata bagi pembentukan karakter murid" ujarnya.

Semangat Kemenag Berdampak yang diusung Kementerian Agama berfokus pada terciptanya layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas, relevan, serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pembiasaan Imtaq pagi di MTsN 1 OKU Timur menjadi salah satu bukti nyata komitmen madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan para murid MTsN 1 OKU Timur dapat menjalani proses pembelajaran dengan penuh ketenangan, fokus, serta memiliki benteng moral yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. (MAM)


Share:

Komitmen Smart Madrasah, MTsN 1 OKU Timur Terapkan Absensi Digital Berbasis Tap Card


 

Martapura (Kemenag Sumsel) —

Guna meningkatkan kedisiplinan serta mewujudkan tata kelola madrasah modern, MTsN 1 OKU Timur menerapkan sistem absensi digital berbasis tap card (kartu RFID) bagi seluruh siswa. Langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata madrasah dalam mendukung 8 Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama, khususnya pada pilar Digitalisasi Tata Kelola dan Pembelajaran.

Melalui sistem baru ini, proses presensi yang sebelumnya dilakukan secara manual di kelas kini menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan. Setiap siswa cukup menempelkan kartu identitas digital mereka pada detektor/mesin card reader yang ditempatkan di pintu masuk madrasah saat kedatangan dan kepulangan.

 

Kepala MTsN 1 OKU Timur Lilis Setiowati menyampaikan bahwa efisiensi waktu dan transparansi menjadi alasan utama diterapkannya inovasi digital ini di lingkungan madrasah.

"Penerapan absensi digital tap kartu ini merupakan salah satu langkah kami dalam mentransformasi MTsN 1 OKU Timur menuju Smart Madrasah." ujar Lilis Setiowati.

Tak hanya mencatat waktu kehadiran secara presisi, sistem presensi berbasis digital ini juga terintegrasi langsung dengan smartphone orang tua dirumah. Hal ini memberikan rasa aman dan tenang bagi para orang tua, karena data kehadiran siswa dapat terpantau dengan baik dan real-time.

Dampak positif dari inovasi ini turut dirasakan langsung oleh orang tua siswa. Salah satu perwakilan wali murid menyambut hangat dan mengapresiasi inovasi berbasis teknologi yang dihadirkan oleh pihak madrasah.

"Kami sangat terbantu dengan dengan adanya absensi digital ini. Sebagai orang tua, kami merasa lebih tenang karena kehadiran anak di madrasah terpantau dengan pasti" ungkapnya.

Dengan berjalannya program absensi digital tap card ini, MTsN 1 OKU Timur berharap dapat terus menghadirkan berbagai inovasi teknologi dan pelayanan publik terpadu lainnya demi mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, maju, dan berdaya saing di Kabupaten OKU Timur. (MAM)

Share:

Transformasi Digital, MTsN 1 OKU Timur Gelar Pemilihan OSIM 2026–2027 Berbasis E-Voting

 


Martapura (Kemenag Sumsel) ---

Sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan program Kemenag Berdampak melalui transformasi digital, MTsN 1 OKU Timur sukses menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Periode 2026–2027 secara online (e-voting). (21/9)

Inovasi pemungutan suara digital ini menjadi langkah madrasah dalam menghadirkan tata kelola organisasi siswa yang efisien, transparan, dan ramah lingkungan (paperless). Guna menunjang kelancaran proses pemungutan suara, panitia telah menyiagakan 10 unit perangkat PC di lokasi pemilihan. Seluruh warga madrasah, baik guru, staf tata usaha dan siswa menggunakan token khusus yang telah disiapkan oleh panitia untuk dapat login dan menggunakan hak pilihnya.

Sistem token berbasis digital ini menjamin setiap pemilih hanya dapat memberikan satu suara secara jujur dan adil, sekaligus menjaga kerahasiaan pilihan masing-masing.

Kepala MTsN 1 OKU Timur, Hj. Lilis Setiowati menegaskan bahwa penerapan e-voting ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk terus memberikan dampak positif dan nyata dalam dunia pendidikan serta mengenalkan kepada siswa tentang pemanfaatan teknologi digital.

"Melalui e-voting ini, kita tidak hanya mengajarkan siswa tentang nilai-nilai demokrasi, tetapi juga mengenalkan pemanfaatan teknologi secara bijak dan bermanfaat” ujarnya.

Proses rekapitulasi suara pun dapat berlangsung lebih cepat dan akurat jika dibandingkan dengan metode konvensional. Hasil pemungutan suara secara real-time dapat langsung diketahui segera setelah seluruh proses pemilihan selesai.

Dengan terlaksananya e-voting OSIM ini, MTsN 1 OKU Timur berharap kepengurusan OSIM periode 2026–2027 yang terpilih nantinya mampu membawa semangat baru dan terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan madrasah serta masyarakat sekitar. (MAM)


Share:

Implementasikan Ekoteologi, Siswa MTsN 1 OKU Timur Antusias Kelola Sampah di BAMASTI


 

Martapura (Kemenag Sumsel) —

Menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar tugas fisik, melainkan bagian dari manifestasi nilai-nilai keagamaan. Hal tersebut dibuktikan oleh para siswa MTs Negeri 1 OKU Timur yang secara rutin dan antusias menyetorkan sampah plastik hasil pilahan mereka ke Bank Sampah MTsN 1 OKU Timur (BAMASTI).

Gerakan ini menjadi langkah madrasah dalam menginternalisasikan prinsip ekoteologi dan ajaran agama yang menekankan tanggung jawab manusia dalam menjaga alam, sekaligus mendukung visi Kemenag Berdampak yang dicanangkan Kementerian Agama.

Melalui keberadaan BAMASTI, para siswa diajarkan untuk memandang sampah bukan lagi sebagai limbah tak berguna, melainkan sebagai amanah pengolahan lingkungan yang memiliki nilai guna serta dampak sosial-ekonomi. Setiap sampah anorganik yang disetorkan dikelompokkan sesuai jenisnya untuk kemudian didaur ulang atau disalurkan ke pengelola sampah terpadu.

Amri Nizar, selaku waka bidang sarana dan prasarana menegaskan bahwa pembiasaan ini bertujuan membentuk karakter peserta didik yang berwawasan ekologis dan berakhlak mulia terhadap alam.

" Kehadiran BAMASTI ini adalah salah satu fasilitas dan program yang dicanangkan oleh madrasah dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi secara nyata" ujarnya.

Dengan konsistensi aksi pemilahan sampah ini, MTsN 1 OKU Timur berharap BAMASTI terus menjadi wadah inspiratif yang mampu menularkan budaya hidup bersih dan hijau kepada warga madrasah dan masyarakat luas di Kabupaten OKU Timur. (MAM)


Share:

Jaga Asri Madrasah, MTsN 1 OKU Timur Integrasikan Nilai Ekoteologi dalam Kegiatan Kesiswaan

 


Martapura (Kemenag Sumsel) —

MTsN 1 OKU Timur terus berkomitmen menggalakkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan di lingkungan madrasah. Sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian lingkungan berbasis ajaran agama (ekoteologi), seluruh siswa bersama dewan guru dan staf melaksanakan aksi kebersihan memungut sampah di area madrasah pada jumat pagi. (18/9)

Kegiatan aksi bersih lingkungan ini dilaksanakan secara bergotong royong usai seluruh civitas akademika menyelesaikan rutinitas senam sehat bersama di lapangan utama MTsN 1 OKU Timur.

Aksi yang diintegrasikan dalam agenda rutin kesiswaan ini bertujuan untuk melatih kepekaan dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Bersama guru, para siswa secara menyebar menyisir setiap sudut lapangan, taman, ruang kelas, hingga area halaman depan untuk memilah serta mengumpulkan sampah organik dan anorganik.

Hj. Lilis Setiowati selaku kepala madrasah menjelaskan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam bukan sekadar kewajiban fasilitas madrasah, melainkan bagian dari Langkah nyata dari penerapan nilai keimanan dan ibadah.

"Melalui pendekatan ekoteologi, kita ingin menanamkan pemahaman kepada warga madrasah bahwa menjaga kebersihan bumi dan lingkungan tempat kita menuntut ilmu adalah bagian nyata dari pengamalan nilai-nilai ajaran Islam. Kebersihan adalah bagian dari iman, dan memelihara alam adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT" ujarnya.

 

Program Jumat Pagi Bersih ini tidak hanya berdampak pada terciptanya suasana belajar yang asri, bersih, dan nyaman, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa agar terbiasa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan baik di madrasah maupun di rumah.

Kegiatan senam sehat yang dilanjutkan dengan pembersihan lingkungan ini ditutup dengan pembuangan sampah terpilah ke bank sampah dan tempat penampungan sementara madrasah, sehingga tercipta madrasah yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. (MAM)


Share:
5 HAL
Bantu hentikan virus corona
1
TANGANCuci lebih sering
2
SIKUUntuk menutup mulut saat batuk
3
WAJAHJangan disentuh
4
JARAKJaga jarak aman
5
RUMAHUsahakan di rumah saja.

Pengumuman Penting

Postingan Populer

Artikel Terbaru